Pengadilan Agama Tulang Bawang Pengadilan Agama Tulang Bawang

Berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia
Nomor 076/KMA/SK/VI/2009

 

Penerimaan dan Pendaftaran Pengaduan

  1. Penerimaan di Meja Pengaduan yang dicatat oleh Panmud Hukum  dalam Buku Agenda Pengaduan
  2. Diteruskan kepada Ketua Pengadilan Agama Tulang Bawang
    1. Diteruskan kepada Ketua PTA Bandar Lampung
  • Penelaahan Awal oleh Wakil Ketua PTA Bandar Lampung
  • Penelaahan oleh Hakim Tinggi Pembina dan Pengawas Daerah
  • Penyampaian Hasil Penelaahan kepada Wakil Ketua PTA Bandar Lampung
  • Penyampaian Hasil Penelaahan kepada Ketua PTA Bandar Lampung
  • Penetuan layak atau tidaknya pengaduan ditindak lanjuti untuk Ketua PTA Bandar Lampung
  • Pembentukan Tim Pemeriksa (jika pengajuan dianggap layak)
  • Pemeriksaan (konfirmasi, Klarifikasi Penelitian, Pemeriksaan, dan Investigasi) atas Terlapor
  • Pembuatan LHP
  • LHP diteruskan kepada Ketua PTA Bandar Lampung lalu disampaikan Hasil Penelaahan kepada Ketua PTA Tulang Bawang
  • LHP diteruskan kepada Kepala BAWAS MARI dalam waktu maks 15 hari setelah penyampaian hasil penelaahan kepada Ketua PTA Bandar Lampung
  • Diteruskan kepada Ketua Muda Pengawasan disertai pertimbangan, pendapat dan saran
  • Diteruskan kepada Ketua Mahkamah Agung
  • Hukuman Disiplin
  1. Diteruskan kepada BAWAS MA RI dalam hal kewenangan BAWAS
  • Diteruskan kepada Irwil untuk dilakukan penelaahan oleh Hakim Tinggi Pengawas
  • Penyampaian Hasil penelaahan dan Rekomendasi kepada BAWAS MA RI
  • Penyampaian Hasil Penelaahan & Rekomendasi kepada Ketua Muda Pengawasan MA RI
  • Penentuan layak/tidak pengaduan ditindak lanjti  disampaikan kepada Kepala BAWAS MA RI
  • Pembentukan Tim Pemeriksa (jika pengajuan dianggap layak)
  • Pemeriksaan (konfirmasi, Klarifikasi Penelitian, Pemeriksaan, Investigasi) atas Terlapor
  • Pembuatan LHP
  • Diteruskan kepada Kepala BAWAS MA RI
  • Diteruskan kepada Ketua Muda Pengawasan disertai pertimbangan, pendapat dan saran
  • Diteruskan kepada Ketua Mahkamah Agung
  • Hukuman Disiplin

Berdasarkan SK KMA Nomor 076/KMA/SK/VI/2009 tersebut Pengadilan Tingkat Banding sebagai voorpost Mahkamah Agung RI diberi kewenangan menangani sendiri pengaduan masyarakat yang masuk, kecuali dalam beberapa hal Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dapat mengambil alih apabila :

  1. Telapor telah pindah tugas ke pengadilan lain yang berada di wilayah hukum di pengadilan tingkat banding yang lain.
  2. Pengaduan bersifat pending atau menarik perhatian masyarakat.
  3. Penanganan pengaduan yang dilaksanakan di pengadilan tingkat banding berlarut - larut.                                              

Pengadilan Tingkat Pertama diberikan kewenangan sebatas menerima pengaduan dan berkewajiban untuk meneruskan pengaduan tersebut kepada Pengadilan Tingkat Banding atau Mahkamah Agung dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak pengaduan diterima.                                           

Penanganan pengaduan saat ini mengakomodir pula hak-hak dari para pelapor seperti hak mendapatkan perlindungan kerahasiaan identitas, mendapatkan kesempatan untuk memberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun, mendapatkan informasi mengenai tahapan, penanganan pengaduan yang disampaikannya serta pelapor berhak mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dengan Terlapor dalam pemeriksaan.                                      

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem pengaduan masyarakat, Mahkamah Agung menerbitkan brosur tentang informasi layanan pengaduan masyarakat dan prosedur penyampaian laporan pengaduan yang disebarluaskan melalui Pengadilan Tingkat Pertama maupun Pengadilan Tingkat Banding.

 

 

  1. ADMINISTRASI PERKARA