Ditulis oleh Irwan Hidayat, S.H.I. on . Dilihat: 139

Shalat Gerhana Matahari di Pengadilan Agama Tulang Bawang

foto455

Fenomena alam Gerhana Matahari Cincin terjadi pada hari Kamis tanggal 26 Desember 2019 dengan puncaknya pukul 12.15-12.19 WIB. Terkait hal ini Kementerian Agama menghimbau umat islam Indonesia untuk melaksanakan shalat gerhana matahari/ shalat kusuf. Gerhana matahari terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke bumi. Khusus gerhana matahari cincin, fenomena ini terjadi saat matahari, bulan, dan bumi tepat segaris, dan di saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir.

Pengadilan Agama Tulang Bawang menyikapi himbauan Kemenag tersebut dengan melaksanakan shalat kusuf berjamaah di mushalla al-mahkamah dipimpin oleh Bapak Ketua H. Soleh, Lc., M.A. sebagai Imam dan Khatib. Sebelum melaksanakannya Bapak Ketua menjelaskan secara ringkas tata cara shalat kusuf beserta niatnya, yang dilakukan sebanyak 2 rakaat seperti shalat sunnah pada umumnya namun dalam 1 rakaat dilakukan 2x ruku'. Jadi dalam 2 rakaat shalat kusuf dilakukan 4x ruku'. Setelah shalat dilakukan dilanjutkan dengan khutbah tentang gerhana ini.

e   f

Dalam khutbahnya Bapak Ketua menyampaikan tentang hikmah dari shalat gerhana matahari ini, yang dirinci menjadi 3 poin :

1. Sebagai Ayat Kauniyah.

    Matahari sebagai makhluk Allah selalu tunduk dan patuh menjalankan perintahNYA, matahari sebagai makhluk ciptaan tuhan yang terbesar di dalam sistem tata surya saja mau tunduk dan patuh. Seharusnya manusia yang lebih kecil dan diciptakan dalam keadaan lemah juga harus lebih patuh dan tunduk kepada Sang Pencipta. Adapun perintah shalat kusuf ini terdapat dalam hadis dari Ahmad dan Nasa'i yang berbunyi "Bila kamu melihat gerhana maka shalatlah sebagaimana shalat wajib yang biasa dikerjakan"

2. Menghidupkan sunnah rasul.

    Mencoba meneladani sunnah sebagai bentuk cinta Rasul. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran : 31 yang berbunyi

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ  

"katakanlah wahai Muhammad jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian"

3. Keagungan Sang Pencipta.

    Sebagai tanda kebesaran dan keagungan Allah yang maha berkuasa dan maha berkehendak, dimana semua yang ada di langit dan di bumi terjadi sesuai kuasa dan kehendaknya. Allah yang maha segalanya, maka sadarlah kita akan kebesaran dan keagungannya. Dalam QS. Al-A'raf : 180 Allah berfirman tentang keagungan dan kemahaanNYA

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا

"dan bagi Allah nama-nama yang baik, maka berdoalah kamu dengannya"

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/24250-jika-anda-mencintai-allah-ikuti-tuntunan-rasulullah.html

tirto.id - Fenomena alam Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada Kamis (26/12/2019) dengan puncaknya pada pukul 12.15 hingga 12.19 WIB. Terkait hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam Indonesia untuk melaksanakan salat gerhana matahari (kusuf). "Seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati gerhana matahari ini. Kementerian Agama mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat sunnah gerhana matahari atau yang disebut Salat Kusuf,” terang Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bimas Islam Kemenag Tarmizi di Jakarta, Kamis (19/12). Dikutip dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana matahari terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh bulan sehingga tidak semua cahaya itu sampai ke bumi. Fenomena ini terjadi pada saat fase bulan baru. Khusus Gerhana Matahari Cincin, fenomena ini terjadi saat matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir. Wilayah yang dilewati oleh jalur cincin dalam gerhana ini adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilanka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik. Dikutip dari artikel "Grand Launching: Menyambut GMC 26 Desember 2019 di Siak" dalam Buletin Cuaca Antariksa LAPAN, di Indonesia, Gerhana Matahari Cincin melewati beberapa daerah, yaitu Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Peristiwa Gerhana Matahari pada Kamis (26/12/2019) akan dimulai dari fase gerhana sebagian yang dimulai pukul 10.22 WIB. Fase puncak akan terjadi pada pukul 12.15 WIB dan berakhir pada 12.19 WIB atau sekitar tiga menit. Setelah itu, fase berlanjut dengan gerhana sebagian yang berakhir pukul 14.13 WIB.

Baca selengkapnya di artikel "Niat & Tata Cara Shalat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019", https://tirto.id/eoDG

Fenomena alam Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada Kamis (26/12/2019) dengan puncaknya pada pukul 12.15 hingga 12.19 WIB. Terkait hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam Indonesia untuk melaksanakan salat gerhana matahari (kusuf). "Seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati gerhana matahari ini. Kementerian Agama mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat sunnah gerhana matahari atau yang disebut Salat Kusuf,” terang Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bimas Islam Kemenag Tarmizi di Jakarta, Kamis (19/12). Dikutip dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana matahari terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh bulan sehingga tidak semua cahaya itu sampai ke bumi. Fenomena ini terjadi pada saat fase bulan baru. Khusus Gerhana Matahari Cincin, fenomena ini terjadi saat matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir. Wilayah yang dilewati oleh jalur cincin dalam gerhana ini adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilanka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik. Dikutip dari artikel "Grand Launching: Menyambut GMC 26 Desember 2019 di Siak" dalam Buletin Cuaca Antariksa LAPAN, di Indonesia, Gerhana Matahari Cincin melewati beberapa daerah, yaitu Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Peristiwa Gerhana Matahari pada Kamis (26/12/2019) akan dimulai dari fase gerhana sebagian yang dimulai pukul 10.22 WIB. Fase puncak akan terjadi pada pukul 12.15 WIB dan berakhir pada 12.19 WIB atau sekitar tiga menit. Setelah itu, fase berlanjut dengan gerhana sebagian yang berakhir pukul 14.13 WIB.

Baca selengkapnya di artikel "Niat & Tata Cara Shalat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019", https://tirto.id/eoDG

Fenomena alam Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada Kamis (26/12/2019) dengan puncaknya pada pukul 12.15 hingga 12.19 WIB. Terkait hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam Indonesia untuk melaksanakan salat gerhana matahari (kusuf). "Seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati gerhana matahari ini. Kementerian Agama mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat sunnah gerhana matahari atau yang disebut Salat Kusuf,” terang Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bimas Islam Kemenag Tarmizi di Jakarta, Kamis (19/12). Dikutip dari akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana matahari terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh bulan sehingga tidak semua cahaya itu sampai ke bumi. Fenomena ini terjadi pada saat fase bulan baru. Khusus Gerhana Matahari Cincin, fenomena ini terjadi saat matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir. Wilayah yang dilewati oleh jalur cincin dalam gerhana ini adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilanka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik. Dikutip dari artikel "Grand Launching: Menyambut GMC 26 Desember 2019 di Siak" dalam Buletin Cuaca Antariksa LAPAN, di Indonesia, Gerhana Matahari Cincin melewati beberapa daerah, yaitu Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Peristiwa Gerhana Matahari pada Kamis (26/12/2019) akan dimulai dari fase gerhana sebagian yang dimulai pukul 10.22 WIB. Fase puncak akan terjadi pada pukul 12.15 WIB dan berakhir pada 12.19 WIB atau sekitar tiga menit. Setelah itu, fase berlanjut dengan gerhana sebagian yang berakhir pukul 14.13 WIB.

Baca selengkapnya di artikel "Niat & Tata Cara Shalat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019", https://tirto.id/eoDG

Add comment

Security code
Refresh

Hubungi Kami

PA TULANG BAWANG

Jalan Cemara Komp. Pemda Tulang Bawang

Kabupaten Tulang Bawang,  Menggala.

Telp :  +62 726 21832

Faks:  +62 726 21832

Email :   Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tautan Aplikasi

Comodo Secure Wildcard SSL