Ditulis oleh Irwan Hidayat, S.H.I. on . Dilihat: 19

Kegiatan rutin “Kajian Agama” mingguan Pengadilan Agama Tulang Bawang

Di awal tahun 2020, Pengadilan Agama Tulang Bawang mulai melaksanakan program-program yang telah disusun dan direncanakan. Salah satunya kegiatan rutin mingguan berupa kajian agama yang diinisiasi oleh Pengurus Mushalla Al-Mahkamah Pengadilan Agama Tulang Bawang. Sebagai pembuka kegiatan di awal tahun, Bapak Ketua H. Soleh, Lc., M.A. yang mengisi kajian pada hari Rabu tanggal 08 Januari tahun 2020 ini. Kegiatan rutin ini ditingkatkan lagi dari tahun sebelumnya yang mana dalam mengisi kajian pemateri hanya menyampaikan langsung tema yang dibahas, namun di tahun ini pemateri dalam membahas kajian memaparkan dari kitab kuning/kitab klasik berbahasa arab sebagai rujukan langsung ilmu-ilmu agama. Dan juga kegiatan ini didokumentasikan serta di share ke akun media sosial Pengadilan Agama Tulang Bawang sebagai syiar.

cer

Dalam ceramahnya Bapak Ketua menjelaskan tentang urgensi kajian agama bagi kita setiap muslim. Jikalau makanan diperlukan tubuh/jasmani kita untuk bertahan hidup, maka ilmu agama diperlukan bagi rohani kita untuk lebih baik dalam kehidupan. Kegiatan ini harus terus dihidupkan dan diapresiasi semaksimal mungkin karena sangat berguna bagi pribadi kita setiap muslim khususnya Aparatur Pengadilan Agama Tulang Bawang. Selain menjadi modal pribadi, juga menjadi modal dalam bekerja sebagai Abdi Negara. Serta tolak ukur kebaikan bagi seorang muslim adalah pemahaman akan ilmu agama sebagaimana hadis nabi yang berbunyi :

                                                                                                   مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama” (Muttafaqun ‘alaihi).

Tema yang disampaikan Bapak Ketua dalam kajian minggu ini adalah tentang Niat. Mengutip sebuah hadits dari Kitab Riyadusshalihin :

 إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ  يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/16311-hadits-arbain-01-setiap-amalan-tergantung-pada-niat.html

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/16311-hadits-arbain-01-setiap-amalan-tergantung-pada-niat.html

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat menjadi sangat penting karena merupakan tolak ukur baik buruknya suatu perbuatan. Kualitas sebuah amal ditentukan oleh niat. Bahkan terkadang sebuah niat bisa menjadi lebih baik daripada yang sudah menjadi perbuatan. Banyak amal yang kelihatannya bagus dan besar tapi sebenarnya niatnya tidak bagus, contohnya pembangunan yang dilakukan ketika masa kampanye. Namun ada perbuatan yang kelihatannya remeh tapi niatnya bagus dan ikhlas, contohnya menyingkirkan duri dari jalanan.

Bapak H. Soleh, Lc., M.A. dalam menjelaskan makna hadis memaparkan bahwa pada huruf “innama” mengandung makna al hasr yang berarti pembatasan. Yang bermaksud bahwa pesan yang disampaikan dalam hadis nabi tersebut adalah pembatasan tolak ukur baik buruknya amal yaitu dari niatnya. Bahkan suatu ibadah tanpa niat yang benar tidak dinilai oleh Allah sebagai ibadah. Adapun perkara yang mubah jika diniatkan untuk suatu kebaikan atau diniatkan demi terpenuhinya pelaksanaan suatu ibadah, bisa dinilai sebagai ibadah juga. Contohnya jika shalat hanya sekedar ikut-ikutan atau untuk riya’, tentu tidak dinilai sebagai ibadah. Namun jika tidur diniatkan untuk istirahat agar kuat melaksanakan shalat setelah bangun, maka tidurpun juga bernilai ibadah.

cera

Dalam konteks kita bekerja di Pengadilan Agama, yang mana business core kita adalah pelayanan, harus benar-benar diniatkan ketika akan bekerja, untuk melayani masyarakat pencari keadilan. Tidak hanya mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup masing-masing, tapi juga dengan niat ibadah memaksimalkan pelayanan bagi yang membutuhkan. Karena hanya dengan niat yang benar inilah apapun yang kita kerjakan ada nilai ibadahnya dan diridhai oleh Allah, serta semua pekerjaan apapun insyaallah akan terselesaikan dengan baik jika niatnya baik.

Untuk ceramah selengkapnya klik di sini

Add comment

Security code
Refresh

Hubungi Kami

PA TULANG BAWANG

Jalan Cemara Komp. Pemda Tulang Bawang

Kabupaten Tulang Bawang,  Menggala.

Telp :  +62 726 21832

Faks:  +62 726 21832

Email :   Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tautan Aplikasi

Comodo Secure Wildcard SSL