Ditulis oleh Irwan Hidayat, S.H.I. on . Dilihat: 131

Menjalani Kehidupan Dengan Selalu Melakukan Perbaikan

SAVE 20200702 1808571

Setelah beberapa lama vakum dikarenakan pandemi covid-19, Kegiatan Kultum Mingguan Pengadilan Agama Tulang Bawang dimulai lagi pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2020 di Mushalla Al-Mahkamah PA Tulang Bawang. Bapak Waka PA Tulang Bawang YM Nur Said, S.H.I., M.Ag. berkesempatan mengisi kultum pada kesempatan ini setelah melaksanakan shalat ashar berjamaah. Tema kultum kali ini yaitu "Menjalani Kehidupan Dengan Selalu Melakukan Perbaikan".

SAVE 20200702 1809291

Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan bersifat lemah, lalai, dan lupa. Dalam hadits disebutkan bahwa "tiap anak Adam pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat". Dengan menyadari kelemahan ini seyogyanya kita harus selalu melakukan perbaikan-perbaikan dalam menjalani kehidupan, agar hidup yang kita jalani tidak sia-sia dan dapat menjadi bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Secara garis besar ada 2 dimensi dalam ruang lingkup perbaikan diri :

1. Dimensi Vertikal (Hablumminallah)

Hubungan kita dengan Allah dalam melaksanakan tiap kewajiban yang diperintahkan dan menjauhi larangan yang telah ditetapkan.

2. Dimensi Horizontal (Hablumminannas)

Hubungan kita sesama manusia dalam ruang lingkup sosial, bergaul, bermasyarakat sesama makhluk ciptaan Tuhan di muka bumi.

YM Nur Said, S.H.I., M.Ag. menjelaskan urgensi perbaikan bagi Pegawai dalam ruang lingkup kantor yang mencakup 2 dimensi di atas. Bagaimana pegawai menjalankan amanah dari Allah dengan sebaik-baiknya, dan bersosialisasi sesama pegawai dengan baik pula, serta mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan. Kedua dimensi tersebut harus berjalan seiring dengan baik, dan dilakukan proses perbaikan yang kontinu, serta dibarengi dengan monitoring dan evaluasi pribadi. Sayyidina Umar bin Khattab r.a. berkata "hasibu qabla an tuhasabu" hisablah atau evaluasilah dirimu sebelum kamu dihisab nanti.

Aspek hablumminannas disini bagi kita pegawai yang diberikan amanah oleh Negara tidak hanya dalam ruang lingkup duniawi yang diartikan secara kaku hanya urusan dunia belaka, urusan mencari nafkah saja. Amanah dari Negara sejatinya adalah amanah dari Allah, jadi Dimensi Vertikal dan Horizontal merupakan bagian yang tak terpisahkan. Dan dari segi aspek sosial tolak ukurnya adalah iman, Rasulullah mengajarkan kita dalam beberapa hadis tentang kebaikan sosial yang menjadi tolak ukur keimanan. Di antara hadis tersebut :

"tidak beriman seseorang dari kamu sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri" (HR. Bukhari Muslim)

"siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tamunya" (HR. Bukhari Muslim)

Dalam bekerja setiap pegawai harus benar-benar memahami bahwa instruksi kerja bukan sekedar dari atasan, dari aturan, dari Akreditasi Penjaminan Mutu, ataupun Zona Integritas. Semua itu dari Allah, sehingga pertanggungjawaban dari amanah yang diberikan Allah dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Jika semua telah di dasarkan kepada Allah maka nilai ibadah dapat dicapai dalam bekerja.

Kemudian Bapak Waka menghimbau semua pegawai agar selalu dapat memperbaiki kinerja, etos kerja, dan orientasi dalam bekerja. Poin terakhir yaitu orientasi menjadi poin utama untuk perbaikan secara global, dimana orientasi bekerja haruslah bersifat ukhrawi, tidak terpaku pada aspek duniawi saja. Sehingga kebaikan dunia akhirat dapat digapai oleh kita sebagai Pegawai atau Abdi Negara.

 

Add comment

Security code
Refresh

Hubungi Kami

PA TULANG BAWANG

Jalan Cemara Komp. Pemda Tulang Bawang

Kabupaten Tulang Bawang,  Menggala.

Telp :  +62 726 21832

Faks:  +62 726 21832

Email :   Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tautan Aplikasi

Comodo Secure Wildcard SSL